Tak selalu kisah cinta dimulai dari tatap mata pertama.
Terkadang, cinta tumbuh dari ikhtiar yang sederhana namun penuh makna.
Seperti kami, yang dipertemukan oleh niat baik & tulus dari orang-orang tersayang, tante & abang kandung kami, yang menjadi jalan pertemuan 2 hati yang yang tak pernah saling mengenal, bahkan lahir & tumbuh di pulau yang berbeda, namun sama-sama lama menanti.
Di bulan Januari kami memulai ta'aruf,
menyulam niat baik dalam bingkai adab & kehati-hatian, musyawarah dengan keluarga, serta mohon petunjuk kepada sang pencipta.
Lalu di awal Februari, Khitbah telah dilaksanakan.
Dan di penghujung bulan, tepat di hari Jum’at yang penuh berkah,
kami mengikrarkan akad yang sederhana namun sarat rasa syukur.
Tiada kemewahan, hanya kemudahan yang Allah limpahkan.
Dahulu kami hampir putus asa menanti, tapi tak pernah berhenti berharap & berhusnudzon kepada Ilahi Rabbi.
Sampai akhirnya, Allah pertemukan kami, bukan sekadar penggenap, tapi benar-benar yang sesuai di hati.
Bahkan lebih dari doa yang kami gumamkan dalam sunyi.
Dalam Hadits Qudsi Allah menyebutkan
"Sesungguhnya Aku (Allah) sesuai dengan prasangka hambaku"
Namun, perjalanan belumlah sempurna.
Usai akad, kami belum bisa langsung tinggal bersama, karena beberapa pertimbangan & kesepakatan kedua keluarga.
Kami menempuh jarak & waktu, 85 KM rindu yang dijaga selama 4 bulan.
LDR yang sungguh tak mudah, namun Allah mudahkan.
"Dapek nan di hati, indak dapek bakandak hati", begini nasihat orang tua kami di ranah minang. Maksudnya ialah, saat kita dapatkan semua yang menjadi keinginan hati kita secara sempurna, namun kita tidak dapat melakukan segalanya sekehendak hati. Karena begitulah kehidupan mengajarkan kita.
Alhamdulillah, di bulan Juli, kami akhirnya bisa hidup serumah.
Menjadi suami istri sepenuhnya, dalam suka & belajar bersama.
Dan di bulan Agustus nanti, sebagai bentuk syukur bisa merayakan kebersamaan ini,
dalam resepsi sederhana yang mengundang restu & doa dari orang-orang yang kami hormati & kami sayangi.
Sebab cinta yang tumbuh dari kesabaran & keyakinan,
akan selalu pulang pada ketenangan.
Dan kami, in sya Allah, memilih untuk tumbuh bersama, dalam cinta, ridha, & perlindungan Allah.