Semua bermula dari dunia maya — 11 September 2022, kita saling sapa lewat sosial media, lalu lanjut ke WhatsApp. Dari obrolan kecil, tumbuh rasa yang makin dalam.
13 Desember 2022, kita akhirnya bertemu. Bukan di tempat mewah, tapi cukup untuk membuat jantung deg-degan.
Awal tahun 2023, tepat 1 Januari, kita sepakat berjalan bersama. Walau tak semua orang setuju, kita memilih saling percaya. Kita yakin, cinta ini layak diperjuangkan.
Jarak pernah jadi teman dalam hubungan ini. Tapi rindu selalu menemukan jalannya. Kita bertemu lagi 27 Juni 2023 di wisata mangrove dan pantai — hari itu, alam jadi saksi rindunya dua hati.
Lalu 9 September 2023, kita ke Tawangmangu. Lelah dan tawa bercampur jadi kenangan. Tak lama, 24 Desember, kita menghabiskan hari di Kemuning Sky Hill, menatap langit sambil menatap masa depan.
April 2024 penuh cerita. Kita bukber bareng di tanggal 5, lalu 10 April, aku dikenalkan ke keluargamu. Rasanya cukup hangat seperti pelukan yang tak perlu kata.
12 Juni 2024, kita mantap melangkah ke jenjang yang lebih serius: lamaran. Lelah, senang, harap, dan cemas, semua jadi satu.
Dan di tengah semua itu, kita sempatkan ke Jogja, 14 September, untuk rehat sejenak dari dunia. Karena kita tahu, hubungan butuh dirawat, bukan sekadar dijalani.
Lalu tiba-tiba saja… kita ada di sini. Setelah semua perjalanan itu, kita sampai di titik ini — fase paling indah yaitu menikah.
Banyak hal telah kita lewati, tapi yang pasti aku bersyukur, semesta mempertemukanku dengan kamu.