Takdir Dalam Pesan
Dulu kita pernah duduk sebangku,
Seragam putih merah, tawa riuh tanpa ragu.
Waktu berlalu, langkah membawa jauh,
Hingga hanya kenangan yang membisu.
Takdir bersembunyi dalam jeda yang lama,
Tak kita sangka, tak kita duga bersama.
Hingga suatu hari, satu pesan sederhana,
Mengetuk kembali pintu rasa yang lama.
Dari “Hai, apa kabar?” di dunia maya,
Berbunga kembali cerita lama yang nyata.
Dewasa membawa kita pada asa,
Bahwa cinta bisa kembali bersua.
Kini kami bersatu dalam ikrar suci,
Mengikat janji dalam restu Ilahi.