Segala kisah bermula dari pertemuan sederhana di sebuah forum Karang Taruna. Namun siapa sangka, di balik ruang sederhana itu, semesta sedang merajut benang takdir. Dari obrolan ringan, dari tawa yang seolah remeh, tumbuhlah asmara yang tak pernah kami rencanakan.
Hari-hari berjalan, rasa itu menjelma menjadi pranaya— kasih yang meneduhkan sukma. Dalam dirinya aku temukan pelabuhan, tempat hatiku merasa tentram dan bermuara di keabadian.
Hingga pada suatu kala, ia datang dengan niat suci. Menemui keluargaku, membawa keberanian dan tekad, untuk menautkan hidup dalam ikatan. Saat itu aku tahu, inilah guratan takdir Asmaraloka, kitab abadi di mana cinta ditulis oleh Sang Pencipta.
Kini, kami melangkah menuju bahtera rumah tangga, laksana dua jiwa yang berlayar dan berlabuh ditujuan yang sama. Doa kami sederhana: Semoga cinta ini tetap bersemi, seindah sanggraloka— taman surgawi tempat segala kisah bermula, dan semoga kesetiaan ini kekal hingga akhir kala.