Lamaran
Tahun 2024 menjadi titik baru dalam perjalanan cinta kami. Setelah melalui waktu yang panjang—jatuh, bangun, berpisah, lalu kembali—kami akhirnya sampai pada satu titik di mana keyakinan tak lagi goyah. Di penghujung bulan Desember, saat aku tengah menikmati liburan akhir semester, ia datang membawa kesungguhan yang selama ini kurasakan perlahan tumbuh dalam dirinya. Bukan dengan pesta meriah, bukan dengan dekorasi megah, tapi dengan keberanian dan ketulusan yang begitu sederhana. Hari itu, ia melamarku. Momen yang mungkin tampak biasa di mata orang lain, namun bagi kami, itu adalah salah satu hari terindah dalam hidup. Karena di balik kesederhanaannya, tersimpan janji besar: untuk saling menggenggam dalam suka maupun duka, hingga waktu tak lagi menghitung. Tanpa gemerlap, tanpa hiasan, namun cinta yang mengikat kami terasa lebih berkilau daripada apapun.