Di tahun 2019, di tengah keramaian sebuah acara kampus, aku dan dia tanpa sadar berada di tempat yang sama. Tak ada percakapan, tak ada perkenalan—hanya sekilas tatapan yang tak meninggalkan jejak. Hari itu berlalu begitu saja, tanpa ada yang menyangka bahwa suatu saat, takdir akan mempertemukan kami kembali dalam kisah yang jauh lebih berarti.
Seiring waktu, komunikasi mulai terjalin. Kami berbagi cerita, bertukar pandangan, tanpa pernah memberi label pada hubungan ini. Hanya dua orang yang merasa nyaman berbicara satu sama lain. Tapi seperti kisah yang penuh lika-liku, kesibukan perlahan membuat kami berjarak dan kehilangan arah. Hingga akhirnya, setelah tahun-tahun berlalu, kami kembali dipertemukan—kali ini dengan hati yang lebih siap. Pada 22 Februari 2025, dalam suasana penuh haru dan kebahagiaan, dia mengajukan sebuah pertanyaan, bukan sekadar janji, tetapi komitmen untuk melangkah bersama.
Kini, perjalanan ini telah menemukan tujuannya. Dengan keyakinan yang semakin kuat, kami siap mengukir kisah baru dalam hidup. Pada 30 Mei 2025, insyaAllah, kami telah mengikat janji suci, bukan hanya sebagai pasangan, tapi sebagai teman seumur hidup. Sebab kami percaya, tidak ada yang kebetulan dalam rencana-Nya. Setiap pertemuan, setiap jarak, setiap rasa yang tumbuh—semuanya telah diatur dengan sempurna oleh Allah, hingga akhirnya kami dipertemukan di waktu terbaik menurut-Nya.