Kisah Cinta Kami
Pertemuan pertama kami terjadi di tengah liburan singkat di Yogyakarta. Saat itu, kami hanyalah dua jiwa asing yang berjalan berdampingan tanpa ada rasa—hanya obrolan ringan di malam tahun baru yang kami habiskan di Malioboro, membicarakan hal-hal sepele yang tak meninggalkan kesan. Takdir membawa kami berpisah sejenak.
Beberapa hari kemudian, semesta mempertemukan kami kembali di Jakarta. Di situlah segalanya mulai berubah. Ada getaran yang berbeda, rasa yang perlahan tumbuh dari perbincangan sederhana menjadi perhatian yang hangat. Kami makan malam bersama, menyusuri sudut-sudut kota, tertawa dalam kebersamaan yang terasa semakin berarti.
Namun waktu kembali menguji. Max harus pulang ke Belanda, dan jarak pun hadir di antara kami. Tapi cinta tak mengenal jarak—dari pesan singkat menjadi panggilan panjang yang mengisi malam. Dari sapaan sederhana, tumbuh rindu yang semakin dalam.
Hingga akhirnya, kami sadar: ada sesuatu yang ingin kami perjuangkan bersama. Maka kami pun memutuskan untuk mengikat janji suci, bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk selamanya.