Pada tahun 2015, kami lulus dari MAN 1 Sragen. Setelah itu, kami memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi masing-masing sesuai dengan pilihan kami. Saya melanjutkan studi di IAIN Surakarta, sedangkan Nisa di UIN Yogyakarta.
Di awal masa kuliah, komunikasi kami masih cukup intens. Hubungan kami saat itu sebatas HTS (Hubungan Tanpa Status), saling bertukar kabar dan berbagi tentang kesibukan masing-masing. Namun, karena suatu hal yang tidak saya ketahui, Nisa tiba-tiba memblokir seluruh kontak saya. Sejak saat itu, kami kehilangan komunikasi selama beberapa tahun.
Pada tahun 2019, saya mendapat kabar bahwa Nisa mengalami kecelakaan. Seorang teman memberi tahu rumah sakit tempat ia menjalani pengobatan, yang kebetulan lokasinya tidak jauh dari tempat saya tinggal. Saya pun memutuskan untuk menjenguknya dan bertemu dengan keluarganya. Kami sempat berbincang sebentar, meski tidak lama. Sejak itu, komunikasi kami terjalin kembali, meski hanya untuk hal-hal penting.
Tahun 2021, saya diterima bekerja di BRI dengan salah satu persyaratan bahwa selama masa awal kerja, saya belum diperbolehkan menikah.
Pada tahun 2022, saya sempat diundang oleh keluarga Nisa untuk bersilaturahmi ke rumah mereka. Namun, saat itu belum ada pembicaraan ke arah yang lebih serius.
Singkat cerita, seluruh persyaratan dari tempat saya bekerja telah saya jalani, dan akhirnya saya sudah diperbolehkan untuk menikah. Di usia yang semakin matang, pada tanggal 5 Mei 2025, saya memutuskan untuk melamar Nisa. Alhamdulillah, lamaran saya diterima.
Pada tanggal 14 Juni 2025, kami pun melangsungkan akad nikah dan resepsi pernikahan.